Laporan Mesin Kapal Perikanan - 2016
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Wilayah pesisir yang merupakan sumber daya potensial di
Indonesia, yang merupakan suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan.
Sumber daya ini sangat besar yang didukung oleh adanya garis pantai sepanjang
sekitar 81.000 km (Dahuri et al. 2001). Garis pantai yang panjang ini menyimpan
potensi kekayaan sumber alam yang besar. Potensi itu diantaranya potensi hayati
dan non hayati. Potensi hayati misalnya: perikanan, hutan mangrove, dan terumbu
karang, sedangkan potensi nonhayati misalnya: mineral dan bahan tambang serta
pariwisata.
Lautan Indonesia yang terletak di garis katulistiwa juga
merupakan suatu kelebihan karena banyak jenis-jenis sumber daya laut yang
mendiami di sekitarmya. Di dorong dengan mempunyai iklim tropis. Sumber daya
laut yang sangat potensial mendorong untuk melakukan suatu pemanfaatn dan
pengolahan yang efektif.
Kapal merupakan alat transportasi
laut. Kapal merupakan kenderaan pengangkut penumpang dan barang dilaut, seperti
halnya sampan, atau perahu yanglebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk
membawa perahu kecil seperti sekoci. Sedangkan dalam istilah Inggris,
dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Secara
kebiasaanya, kapal dapat membawa perahu tetapi perahu tidak dapat membawa
kapal. Ukuran sebenarnya dimana sebuah perahu disebut kapal selalu ditetapkan
oleh Undang-undang dan peraturan atau kebiasaan setempat.
Mesin kapal adalah mesin yang dipergunakan sebagai sumber
penggerak kapal dan dinamakan mesin utama atau mesin induk (motor pokok).
Pengoperasian alat tangkap ini dibutuhkan unit penangkapan yaitu berupa kapal.
Kapal ini berfungsi ketika pengoperasian yaitu untuk melingkarkan jaring pada
gerombolan ikan. Kapal yang digunakan yaitu jenis kapal purse seine yang
biasanya kapal ini terbuat dari bahan kayu.
Untuk ukuran kapal ini cukup relatif tergantung dari skala
penangkapan mulai dari yang ukurannya kecil antara 10-30 GT dengan kekuatan
mesin 20 HP, ukuran sedang antara 30-50 GT dengan kekuatan mesin 120 HP, hingga
ukuran yang besar 50-100 GT dengan kekuatan mesin 300-360 HP (Ayodyoa, 1975).
Mesin diesesl adalah sejenis mesin pembakaran dalam dan yang
lebih spesifik lagi adalah sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar
dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat benergi
lain seperti busi . (Wikipedia, 2012)
Mesin bisa dijalankan secara manual maupun otomatis.
Menjalankan mesin dengan cara manual memerlukan ketelitian dalam melakukan
setiap langkah pengoperasiannya. Tahapan – tahapan pengoperasian mesin diesel
secara manual meliputi pemeriksaan awal, pengoperasian mesin secara manual, dan
penghentian pengoperasian mesin harus dilakukan dengan baik dan tepat.
1.2
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah yang
akan dikaji pada penulisan laporan
praktikum Mesin Kapal Perikanan, yaitu sebagai berikut :
1.
Bagaimana spesifikasi dan klasifikasi
mesin kapal perikanan
2.
Bagaimana menganalisis kesesuaian
penggunaan mesin kapal bagi masing – masing jenis kapal perikanan.
1.3
Tujuan
Adapun tujuan dari
penulisan laporan praktikum Mesin Kapal Perikanan, yaitu sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui spesifikasi dan
klasifikasi mesin kapal perikanan
2.
Untuk menganalisis kesesuaian penggunaan
mesin kapal bagi masing – masing jenis kapal perikanan.
1.4
Manfaat
Praktikum
Manfaat dari penulisan
laporan praktikum Mesin Kapal Perikanan yaitu untuk memberi informasi kepada
masyarakat nelayan sekitar dan mahasiswa mengenai spesifikasi, klasifikasi dan
analsis kesesuaian mesin kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)
Kendari.
BAB
II
METEODOLOGI
PRAKTIKUM
2.1
Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada tanggal 21 januari 2016 dengan lokasi praktikum yaitu di
tempat pendaratan ikan Pelabuhan Perikanan kapal Samudra Kendari (PPS) adapun
Peta lokasi praktikum dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
|
|
|
PPS
|
2.2
Alat dan Bahan
Agar praktikum Mesin Kapal dapat
terlaksana dengan baik, maka diperlukan beberapa alat dan bahan, sebagai
berikut :
Tabel 1. Alat dan Bahan
|
No
|
Alat/Bahan
|
Jumlah
|
Fungsi
|
|
1
|
Meteran
|
1 unit
|
Mengukur
dimensi utama kapal
|
|
2
|
Kamera
|
1 unit
|
dokumentasi
praktikum lapangam
|
|
3
|
Alat tulis
menulis
|
1 unit
|
Mencatat hasil
wawancara dengan nelayaan
|
|
4
|
Kuisioner
|
1 unit
|
Panduan
wawancara pada nelayaan
|
2.3
Prosedur
Kerja
1.
Praktikum memilih salah satu
kapalmperikanan yang berlabuh
2.
Melakukan wawancara dengan awak kapal
atau pemilik kapal perikanan mengenai isian yang telah ditentukan dalam
kuisioner
3.
Melihat langsung mesin kapal perikanan
yang di pakai pada kapal tersebut
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
3.1 Gambaran Umum Pelabuhan Perikanan Samudera
(PPS) Kendari
Pelabuhan
Perikanan Samudera Kendari dibangun
sejak tahun 1984, yang diawali dengan pembebasan tanah rakyat kemudian
dilanjutkan dengan tahap konstruksi atas dasar Studi Kelayakan oleh tim Asia Development Bank bekerja sama
dengan direktorat Jendral Perikanan. Sedangkan operasional PPS Kendari dimulai
pada tahun 1990 setelah diresmikan oleh presiden RI Bapak H.M Soeharto pada
tanggal 10 september 1990 sebelum ditetapkan sebagai Pelabuhan Perikanan
Samudera, status kelembagaan adalah Projoct
Manajemen Unit (PMU).
Pelabuhan
Perikanan Samudera Kendari terletak di Kel. Pudai Kec. Abeli, Kota Kendari.
Sulawesi Tenggara dengan posisi koordinat secara geografis pada 03⁰58’ 48” LS 122⁰
43’ 17” BT . Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sebagai basis utama perikanan
Laut di Sulawesi Tenggara khususnya dari kawasan Timur Indonesia pada umumnya
karena daerah tangkapnya (fising ground)
adalah Laut Flores dan Selat Makassar,
laut Banda, Laut Arafuru, dan
Laut Maluku yang sangat potensial dengan beragam jenis ikan baik pelagis maupun
demersal. Disamping itu juga sangat potensial dengan Mollusca seperti octopuces
(gurita) dan sotong yang telah menjadi salah satu komuditas ekspor hasil
perikanan andalan sulawesi tenggara
3.2
Hasil
Adapun hasil yang di peroleh dari
pelaksanaan praktek di pelabuhan
perikanan samudera kendari adalah
sebagai berikut :
I.
Spesifikasi Kapal Perikanan
1.
Jenis Kapal : Kapal Purse Seine (Pukat Cincin)
2.
Ukuran Utama Kapal
-
Panjang Keseluruhan Kapal (LOA) : 24
meter
-
Lebar Kapal (BOA) : 5
meter
-
Dalam/Tinggi Kapal : 190 cm
II.
Spesifikasi Alat Tangkap
1.
Jenis Alat Tangkap : Purse Seine (Pukat Cincin)
2.
Dimensi Alat Tangkap
-
Panjang :
320 meter
-
Lebar :
51 meter
-
Dalam :
51 meter
III.
Spesifikasi Mesin Utama
1.
Jenis (marine engine atau bukan)
: non marine engine
2.
Merek :
Mitsubitsi / 220 PK / 6 Silinder
3.
Type :
6 D’2
4.
Hp :
400 – 500 Hp
5.
Rpm :
9 Rpm
IV.
Spesifikasi Mesin Bantu
1.
Jenis (marine engine atau bukan)
: engine diesel
2.
Merek : dongfeng S 1115 / 24PK &Yasuka
V.
Spesifikasi Alat Bantu Penangkapan
1.
Jenis :
line hauler, light fishing, Palka, Sekoci dan rumpon
2.
Fungsi :
3.
Gambar
VI.
Spesifikasi Propeller
1.
Type :
Jando 300 / lingkaran 97 cm dan panjang kas 3 meter
2.
Jumlah Daun : 4
3.
Material : Kuningan
VII.
Daerah Penangkapan
1.
Lokasi :
Maluku Utara
2.
Jarak Tempuh dari Fishing Base : 183 Mil / 24 jam
VIII. Penggunaan BBM (Jenis dan Jumlah)
Penggunaan BBM kapal
KM. Mustika dalam 1 trip memakai 1 drum Solar dari fishing base ke fishing
ground kemudian kembali ke fishing
base
IX. Sistem
Kerja Mesin Utama dan Mesin Bantu
a.
Mesin
Utama
·
Mesin
Mesin penggerak utama kapal adalah mesin
yang digunakan untuk menggerakan kapal , dengan cara mengubah tenaga mekanik
menjadi tenaga gerak.
·
Gardan
Gardan mempunyai poros yang
berfungsi suntuk meneruskan momen atau gaya putaran dari mesin induk ke roda untuk menarik tali roda diferensial
.
·
Gear
Box
Gearbox atau Roda gigi merupakan satu unit pesawat yang
terdiri dari rangkaian roda gigi yang tergabung menjadi satu rumah atau kotak.
·
Poros
Baling- Baling
Instalasi tenaga penggerak kapal,
poros baling-baling berfungsi untuk meneruskan tenaga mekanik dari mesin induk
ke baling-baling sehingga dapat menghasilkan tenaga dorong pada kapal.
·
Baling-baling
Baling-baling bentuknya mirip dengan
kipas angin yang terdiri dari beberapa buah daun yang menempel pada sebuah
kuncup yang dipasang pada sumbu terakhir (Propeller Shaft) dari sambungan sumbu-sumbu berasal dari
mesin utama.
·
Bantalan
Poros ( Bearing )
Bantalan
adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk menumpu pada poros berbeban,
sehingga putaran dapat berlangsung dengan baik, aman, dan tahan lama.
b.
Mesin
Bantu
·
Generator
Generator adalah mesin yang dapat merubaah tenaga gerak
menjadi tenaga listrik . Pada kapl purse seine mesin penggeraknya menggunakan
mesin diesel.
·
Kebel adalah media pengantar arus
listrik.
·
Lampu adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan
melalui penyaluran
arus listrik.
·
Papan cok adalah media pembagi arus
listrik.
·
Selang air yaitu media penghantar
air yang digunakan untuk pembersih palka pada kapal yang berasal dari tekanan
udara.
·
Mesin pompa air adalah saluran hisap dan saluran buang yang
digunakan untuk menarik air.
X.
Jadwal Pemeriksaan Berkala
|
No.
|
Frek / Item
|
Per Hari
|
Per 100 Hari
|
Per 300 Hari
|
Per 600 Hari
|
|
1.
|
Bahan
Bakar
-
Cek dan isi bahan bakar
-
Bersihkan saringan bahan bakar
-
Kuras tangki bahan bakar
|
ü
ü
ü
|
|
|
|
|
2.
|
Pelumas
-
Cek dan isi bahan bakar
-
Ganti pelumas
-
Bersihkan saringan pelumas
|
ü
ü
ü
|
|
|
|
|
3.
|
Air
Pendingin
-
Cek dan isi air pendingin
|
ü
|
|
|
|
|
4.
|
Lainnya
-
Bersihkan sarungan udara
-
Stel katub
-
Stel pompa injeksi
-
Pemanasan mesin
-
Pengencangan mur dan baut
|
Tidak
Tidak
ü
Tidak
|
Tidak
Tidak
Tidak
|
Tidak
1 tahun
Tidak
Tidak
|
Tidak
Tidak
Tidak
|
3.3
Pembahasan
Praktek lapangan ini
dilakukan pada kapal perikanan tangkap KMN. MUSTIKA GT. 9. NO. 316 / 119. Berdasarkan
hasil pengamatan praktikum alat tangkap di PPS Kendari yaitu sebagai berikut :
I.
Spesifikasi
Kapal Perikanan
Kapal
perikanan menurut Undang-Undang RI No. 45/2009 adalah kapal, perahu, atau alat
apung lainnya yang dipergunakan untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung
operasi penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan
ikan, pelatihan perikanan, dan penelitian/eksplorasi perikanan.
Kapal
ikan adalah kapal yang digunakan dalam kegiatan perikanan yang meliputi
aktifitas penangkapan atau pengumpulan sumberdaya perairan, pengelolaan atau
budidaya perairan, serta penggunaan dalam pekerjaan – pekerjaan riset, training
dan inspeksi sumberdaya perairan (Nomura & Yamazaki 1977).
Pada
praktikum yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, kapal yang
digunakan praktikum mesin kapal yaitu kapal GT. 9 No. 316 / 119. KMN. MUSTIKA
kapal ini merupakan kapal Purse Seine dengan
panjang keseluruhan kapal (LOA) yaitu 24
meter dengan lebar kapal (BOA) 5 meter dan dalam / tinggi kapal (D) yaitu 190
cm.
II.
Spesifikasi
Alat Tangkap
Jenis alat tangkap yang
digunakan oleh nelayan kapal KMN. Mustika yaitu alat tangkap Purse Seine (Pukat Cincin) dengan
panjang alat tangkap yaitu 320 meter, lebar jarring 51 meter dan dalam jarring
51 meter.
Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap
ini dilengkapi dengan cincin untuk mana “tali cincin” atau “tali kerut” di
lalukan di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut / tali kolor ini penting
terutama pada waktu pengoperasian jaring. Sebab dengan adanya tali kerut
tersebut jaring yang tadinya tidak berkantong akan terbentuk pada tiap akhir
penangkapan.
Prinsip menangkap ikan dengan purse seine adalah dengan
melingkari suatu gerombolan ikan dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah
dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong. Dengan
kata lain dengan memperkecil ruang lingkup gerak ikan. Ikan-ikan tidak dapat
melarikan diri dan akhirnya tertangkap. Fungsi mata jaring dan jaring adalah
sebagai dinding penghadang, dan bukan sebagai pengerat ikan.
III.
Spesifikasi
Mesin Utama
Mesin kapal adalah
mesin yang dipergunakan sebagai sumber penggerak kapal dan dinamakan mesin
utama atau mesin induk (motor pokok).
Berdasarkan cara
pemasangannya, mesin kapal perikanan diklasifikasikan yaitu :
1.
Mesin temple (outboard engine)
2.
Mesin dalam (inboard engine)
Factor – factor yang
perlu dipertimbangkan dalam pemilihan mesin kapal perikanan :
1.
Menentukan jenis mesin yang akan
digunakan dengan asumsi bahwa jenis serta bentuk kapalnya sudah tertentu.
2.
Menentukan tenaga dan kecepatan kapal
yang dikehendaki
3.
Mengadakan studi perbandingan antara
mesin – mesin, sehingga diperoleh pilihan yang paling cocok.
4.
Memperhitungkan secara ekonomis mesin –
mesin yang telah dipilih berdasarkan pertimbangan teknis.
5.
Memodifikasi mesin jika diperlukan
Jenis mesin yang
digunakan padakapal KMN. Mustika yaitu non
marine engine, merek mesin yang digunakan oleh kapal tersebut yaitu
mitsubitsi / 220 PK / 6 silinder type 6 d’2 dengan Hp 400 s/d 500 dan Rpm 9.
Gambar 1. Mesin
Utama
IV.
Spesifikasi
Mesin Bantu
Mesin bantu yang
digunakan pada kapal KMN. Mustika yaitu marine
engine diesel Merek dongfeng S
1115 / 24PK mesin ini berfungsi sebagai mesin genset pengganti listrik untuk menyalakan lampu sebagai mesin bantu
penangkapan. Selain itu mesin bantu yang digunakan adalah mesin air merek Yasuka
type 135.
Gambar 2. Mesin
Bantu
V.
Spesifikasi
Alat Bantu Penangkapan
Alat Bantu Penangkapan Ikan adalah
sarana, perlengkapan atau benda lain yang dipergunakan untuk membantu dalam
rangka efisiensi dan efektifitas penangkapan ikan.
Alat bantu penangkapan yang
digunakan pada alat tangkap Purse Seine pada
kapal KMN. Mustika yaitu line hauler,
lampu, palka, sekoci, rumpon
Fungsi – fungsi dari alat bantu
tersebut yaitu sebagai berikut :
1.
Line hauler merupakan alat bantu penarik tali utama pada
saat hauling berlangsung.
Keberadaan alat ini mutlak diperlukan, karena tali yang ditebar di
perairan tidak memungkinkan untuk ditarik menggunakan tangan biasa (manual),
selain berat dari gaya beban dan gaya tarikan dari seluruh rangkaian purse
seine juga akan memerlukan waktu yang lama sehingga dianggap tidak efisien.
Line hauler
pada umumnya digerakkan dengan tenaga elektro
hidrolik, dilengkapi dengan tuas pengatur kecepatan tarik agar memudahkan
penanganan penarikan tali utama, terutama pada saat menaikkan ikan hasil
tangkapan atau saat terjadi kekusutan tali.
Line hauler ditempatkan di geladag kerja hauling (hauling
working space). Kekuatan tarik dari line
hauler disesuaikan dengan ukuran besar kecilnya kapal (Suwardiyono dan
Nuryadi Sadono, 2004).
Gambar
3. Line hauler
2.
Light
fishing Fungsi cahaya dalam penangkapan ikan ini ialah untuk mengumpulkan ikan
sampai pada suatu catchable area tertentu, lalu penangkapan dilakukan
dengan alat jaring ataupun pancing dan alat-alat lainnya (Sudirman dan Mallawa,
2004).
Ayodhyoa
(1974) dan Vide Yudianto (1992)
menyatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi tertarik dan berkumpulnya ikan
di sekeliling lampu adalah kekuatan dan warna lampu yang digunakan.
Ikan-ikan itu tertarik oleh cahaya lampu kiranya tidak terlalu
dipermasalahkan sebab adalah sudah menjadi anggapan bahwa hampir semua
organisme hidup termasuk ikan yang media hidupnya itu air terangsang (tertarik)
oleh sinar / cahaya (phototaxis positif)
dan karena itu mereka selalu berusaha mendekati asal / sumber cahaya dan
berkumpul disekitarnya.
Gambar 4. Light fishing
3.
Palka
berfungsi sebagai tempat penyimpanan ikan hasil tangkapan KMN. Mustika. ikan sebagai mahluk Biologis, setelah ikan ditangkap akan mengalami perubahan
penurunan mutu yang
menjurus kearah pembusukan. Dengan demikian palka harus mampu mengatasi masalah
pertumbuhan /menekan laju pembiakan bacterial. Kegiatan biokimiawi, bacterial,
kimiawi selama proses penurunan mutu, banyak membangkitkan panas yang
menghasilkan udara busuk dan berbahaya yang terdiri dari berbagai gas yang
akhirnya membahayakan jiwa nelayan yang bekerja dalam palka. Oleh karena itu
palka harus mampu menyerap panas dari ikan, mengeluarkannya udara yang
terkurung dan bau busuk. Selama peng-esan, air lelehan es, lendir, darah dan
bakteri akan terkumpul di dasar palka, genangan air ini akan mempercepat
pembusukan ikan. Oleh karena itu perlu diatur sistim pembuangan (drainage) yang
baik (Anonim, 2004)
Gambar 5.
Palka Ikan
4.
Sekoci
berfungsi sebagai alat bantu penangkapan ikan yang digunakan untuk membawa lampu
ke lokasi penangkapan ikan dimana terdapat rumpon.
Gambar 6.
Sekoci
5.
Rumpon adalah bantu penangkapan yang
dimasukan ke dalam laut, digunakan untuk memikat ikan-ikan supaya berkumpul,
sehingga mudah untuk ditangkap.
Jenis rumpon yang digunakan oleh
kapal Bintang Mas Sejati adalah jenis rumpon tetap yang terbuat dari bahan fiber, rumpon ini adalah rumpon yang
telah mengalami sentuhan teknologi karena bahan yang digunakan untuk rumpon
tersebut telah memakai bahan sintesis bukan dari bahan tradisional.
Peranan
rumpon terhadap kegiatan penangkapan, yaitu dengan melalui
pemasangan rumpon, kegiatan penangkapan ikan akan menjadi lebih efektif dan
efisien karena tidak perlu lagi berburu ikan atau dengan mengikuti ruayanya,
tetapi cukup melakukan kegiatan penangkapan ikan disekitar rumpon tersebut.
Gambar 7. Rumpon
VI.
Spesifikasi
Propeller
Propeler (atau baling-baling) adalah kitiran untuk
menjalankan kapal
atau pesawat terbang. Propeller dengan
pitch yang dapat diubah (con-trollable pitch propellers) Propeller dengan pitch
yang dapat diubah-ubah, (controllable
pitch propeller, CPP) merupakan baling-baling kapal dengan langkah daun
pro-pellernya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan misal untuk rpm rendah
biasa digu-nakan pitch yang besar dan rpm tinggi digunakan pitch yang pendek,
atau dapat digunakan untuk mendorong kedepan dan menarik kapal mundur ke
belakang, sehingga hal ini dapat menciptakan pemakaian bahan bakar seefektif
mungkin.
Type propeller yang
digunakan oleh kapal KMN. Mustika yaitu jando 300 dengan jumlah daun propeller
4 daun dengan material kuningan.
Gambar
. Propeller (baling-baling)
VII.
Daerah
Penangkapan
Daerah Penangkapan Ikan adalah daerah
atau area dimana populasi organisme dapat dimanfaatkan sebagai penghasil
perikanan, yang bahkan apabila memungkinkan diburu oleh fishing master yang
bekerja di kapal-kapal penangkap ikan dengan menggunakan peralatan penangkapan
ikan yang dimilikinya.
Daerah penangkapan yang dijadikan daerah penangkapan ikan (fishing ground) nelayan kapal KMN.
Mustika yaitu di laut Maluku Utara dengan jarak tempuh dari fishing base ke fishing ground 183 Mil / 24 jam.
Pada
pengoperasiannya Purse Seine ini
menggunakan alat bantu sekoci yang berfungsi untuk mempermudah proses
pengoperasian alat tangkap. Setelah proses pengoperasian alat tangkap tersebut
ikan yang sudah tertangkap akan dilakukan pensortiran di atas kapal dengan
menggunakan palka sebagai penampung dan frizer
sebagai sarana mendinginkan hasil
tangkapan, untuk memindahkan ikan kekapal maka di gunakan boks sebagai alat
bantu penanganan.
VIII. Penggunaan BBM (Jenis dan Jumlah)
Penggunaan BBM kapal
KM. Mustika dalam 1 trip memakai 1 drum Solar dari fishing base ke fishing
ground kemudian kembali ke fishing
base.
IX.
System
Kerja Mesin Utama dan Mesin Bantu
a.
Mesin
Utama
·
Mesin
Mesin penggerak utama kapal adalah mesin
yang digunakan untuk menggerakan kapal , dengan cara mengubah tenaga mekanik
menjadi tenaga gerak.
·
Gardan
Gardan mempunyai poros yang
berfungsi suntuk meneruskan momen atau gaya putaran dari mesin induk ke roda untuk menarik tali roda diferensial
.
·
Gear
Box
Gearbox atau Roda gigi merupakan satu unit pesawat yang
terdiri dari rangkaian roda gigi yang tergabung menjadi satu rumah atau kotak.
·
Poros
Baling- Baling
Instalasi tenaga penggerak kapal,
poros baling-baling berfungsi untuk meneruskan tenaga mekanik dari mesin induk
ke baling-baling sehingga dapat menghasilkan tenaga dorong pada kapal.
·
Baling-baling
Baling-baling bentuknya mirip dengan
kipas angin yang terdiri dari beberapa buah daun yang menempel pada sebuah
kuncup yang dipasang pada sumbu terakhir (Propeller Shaft) dari sambungan sumbu-sumbu berasal dari
mesin utama.
·
Bantalan
Poros ( Bearing )
Bantalan
adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk menumpu pada poros berbeban,
sehingga putaran dapat berlangsung dengan baik, aman, dan tahan lama.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan paparan diatas mengenai hasil pengamatan
praktikum mesin kapal di Pelanuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari dapat
ditarik kesimpulan yaitu sebagai :
1)
Pada
praktikum yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, kapal yang
digunakan praktikum mesin kapal yaitu kapal GT. 9 No. 316 / 119. KMN. MUSTIKA
kapal ini merupakan kapal Purse Seine dengan
panjang keseluruhan kapal (LOA) yaitu 24
meter dengan lebar kapal (BOA) 5 meter dan dalam / tinggi kapal (D) yaitu 190
cm.
2)
Jenis alat tangkap yang digunakan oleh
nelayan kapal KMN. Mustika yaitu alat tangkap Purse Seine (Pukat Cincin) dengan panjang alat tangkap yaitu 320
meter, lebar jarring 51 meter dan dalam jarring 51 meter
3)
Jenis mesin yang digunakan padakapal
KMN. Mustika yaitu non marine engine,
merek mesin yang digunakan oleh kapal tersebut yaitu mitsubitsi / 220 PK / 6
silinder type 6 d’2 dengan Hp 400 s/d 500 dan Rpm 9.
4)
Mesin bantu yang digunakan pada kapal
KMN. Mustika yaitu marine engine diesel
Merek dongfeng S 1115 / 24PK mesin
ini berfungsi sebagai mesin genset pengganti
listrik untuk menyalakan lampu sebagai mesin bantu penangkapan. Selain itu
mesin bantu yang digunakan adalah mesin air merek Yasuka type 135.
5)
Alat bantu penangkapan yang digunakan pada alat
tangkap Purse Seine pada kapal KMN.
Mustika yaitu line hauler, lampu,
palka, sekoci, rumpon
6)
Type propeller
yang digunakan oleh kapal KMN. Mustika yaitu jando 300 dengan jumlah daun propeller
4 daun dengan material kuningan
7)
Daerah
penangkapan yang dijadikan daerah penangkapan ikan (fishing ground) nelayan kapal KMN. Mustika yaitu di laut Maluku
Utara dengan jarak tempuh dari fishing
base ke fishing ground 183 Mil /
24 jam
8)
Penggunaan BBM kapal KM. Mustika dalam 1
trip memakai 1 drum Solar dari fishing
base ke fishing ground kemudian
kembali ke fishing base
4.2
Saran
Untuk praktikum selnjutnya kami mengharapkan agar
mahasiswa sekalian dapat lebih focus dalam pengambilan data mesin kapal yang
dipeoleh agar dapat dipercaya kevalidannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ayodyoa,
1972. Kapal Perikanan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Ayodhyoa AU. 1981. Metode Penangkapan
Ikan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 81 hal.
Dahuri R., Rais Y., Putra S.,G.,
Sitepu, M.J., 2001. Pengelolaan Sumber daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara
Terpadu. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.
Nomura, M., & Yamazaki, T. (1977). Fishing
Techniques . tokyo: Japan International Cooperation Agency.
Sudirman &
Malawa, 2004. Teknik Penangkapan Ikan.Jakarta : PT RINEKA CIPTA